Pupuk NPK: Solusi Nutrisi untuk Sawit yang Produktif dan Berkelanjutan
Dalam dunia pertanian modern, pupuk memegang peranan yang sangat vital. Tanpa asupan nutrisi yang mencukupi, tanaman tidak dapat tumbuh secara optimal. Hasil panen akan menurun drastis, kualitas produk menjadi rendah, dan efisiensi lahan pun terganggu. Pupuk hadir sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman selama masa pertumbuhannya. Oleh karena itu, penggunaan pupuk yang tepat bukan hanya soal meningkatkan produktivitas, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan.
Secara umum, pupuk dapat dikelompokkan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal hanya mengandung satu jenis unsur hara utama seperti nitrogen, fosfor, atau kalium, yang berfungsi untuk memperbaiki kekurangan spesifik dalam tanah. Sementara itu, pupuk majemuk seperti pupuk NPK, mengandung kombinasi tiga unsur utama tersebut dalam satu produk, menjadikannya solusi yang lebih praktis dan efisien bagi petani. Pupuk NPK tersedia dalam berbagai formulasi sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah, seper8 15-15-15, 13-6-27, dan lainnya.
Khusus pada tanaman kelapa sawit, pupuk NPK memainkan peran strategis dalam mendorong produktivitas jangka panjang. Tanaman sawit membutuhkan keseimbangan nutrisi yang tepat untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Nitrogen dalam pupuk NPK membantu mempercepat pembentukan tajuk dan daun produktif. Fosfor mendukung pengembangan akar yang kuat dan pembentukan bunga, sementara kalium berperan dalam meningkatkan pembentukan buah, rendemen minyak, serta ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan dan penyakit. Dengan pemupukan yang tepat, tanaman sawit tidak hanya menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang lebih banyak dan lebih berat, tetapi juga memiliki masa produktif yang lebih panjang, sehingga memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi petani.
Lebih dari sekadar meningkatkan hasil panen, pupuk NPK juga berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional. Kelapa sawit merupakan bahan baku utama dalam produksi biodiesel, yang kini menjadi bagian pen8ng dari transisi energi hijau Indonesia, termasuk dalam program B40 (campuran 40% biodiesel dalam solar). Produktivitas sawit yang terjaga akan menjamin pasokan bahan baku energi terbarukan dan membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Dalam konteks ini, pupuk NPK bukan hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga menjadi komponen penting dalam strategi ketahanan energi nasional.
Selain itu, meskipun kelapa sawit bukan tanaman pangan secara langsung, produk olahannya — terutama minyak sawit — merupakan bagian penting dari rantai pangan nasional. Minyak sawit digunakan secara luas sebagai bahan dasar minyak goreng, margarin, dan berbagai produk makanan lainnya. Industri sawit juga menyumbang secara signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat daya beli masyarakat. Bahkan limbah sawit seperti tandan kosong, abu boiler, dan cangkang dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik dan bahan pembenah tanah, yang mendukung konsep pertanian sirkular dan ramah lingkungan.
Sebagai produsen pupuk NPK yang berkomitmen pada pembangunan pertanian nasional, PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPG) menghadirkan solusi pemupukan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan spesifik pertanian tropis Indonesia. Melalui produk-produk unggulan seperti Pupuk NPG SinutriHS dan Ferticomp, NPG menyediakan formulasi yang telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen dan efisiensi budidaya, terutama untuk tanaman strategis seperti sawit.
SinutriHS dan Ferticomp hadir sebagai solusi lengkap yang menggabungkan unsur hara makro dan mikro, cocok untuk berbagai jenis tanaman dan kondisi tanah. Didukung oleh riset lapangan dan pendekatan ilmiah yang terus diperbarui, seluruh produk NPG dikembangkan agar adaptif terhadap dinamika iklim dan kebutuhan pertanian masa kini.
Lebih dari sekadar penyedia produk, NPG aktif mendampingi petani dan pelaku usaha melalui edukasi pemupukan dan konsultasi teknis. Dengan pendekatan ini, pemupukan menjadi lebih presisi, hemat biaya, dan berkelanjutan. Komitmen kami adalah mendukung ketahanan pangan dan energi nasional melalui pemupukan yang tepat — membangun pertanian Indonesia yang subur, mandiri, dan hijau.
Kinerja NPGF Menguat, Penjualan Tumbuh 33,4 Persen dan Produksi Melonjak 69 Persen Tahun 2025
Gresik, 19 Januari 2026 - PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) mencatatkan penguatan kinerja sepanjang 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 33,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan kenaikan kinerja produksi yang mencapai 69 persen secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mengoptimalkan kapasitas produksi serta menjaga kesinambungan pasokan untuk memenuhi permintaan pasar. Peningkatan produksi yang signifikan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan penjualan secara konsisten.
Direktur Utama PT Nusa Palapa Gemilang Tbk, Ujang Suparman, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari penguatan fundamental operasional perusahaan.
“Kami melakukan pembenahan pada perencanaan produksi, efisiensi proses, dan penguatan distribusi. Dengan kapasitas yang lebih siap, perusahaan dapat merespons kebutuhan pasar dengan lebih cepat dan stabil,” ujar Ujang Suparman.
Menurutnya, lonjakan produksi memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk menjaga ketersediaan produk di pasar, sekaligus memperkuat hubungan dengan jaringan distribusi.
Memasuki 2026, manajemen menetapkan fokus strategis pada penguatan pemasaran. Setelah melalui fase peningkatan kapasitas dan konsolidasi operasional, NPGF akan mengarahkan strategi pada peningkatan penetrasi pasar, penguatan merek, serta optimalisasi jaringan distribusi.
“Tahun 2026 kami posisikan sebagai tahun pemasaran. Fokus utama kami adalah memaksimalkan potensi pasar dari kapasitas yang sudah tersedia, dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” jelas Ujang.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, perseroan juga akan meluncurkan produk baru, yaitu Mono Potassium Phosphate (MKP) dan Potassium Nitrate (KNO₃). Produk ini diharapkan dapat melengkapi portofolio NPGF, khususnya untuk segmen pertanian dan perkebunan dengan kebutuhan nutrisi tanaman yang lebih spesifik.
Manajemen menegaskan bahwa langkah ekspansi ke depan akan tetap dilakukan secara terukur, dengan fokus pada efisiensi, kualitas produk, dan kesinambungan pertumbuhan. Dengan kinerja produksi yang telah diperkuat serta agenda pemasaran dan inovasi produk di 2026, NPGF optimistis dapat memperkuat posisinya di industri pupuk nasional. ..
NPGF mengumumkan rencana peluncuran dua produk pupuk larut air (water soluble) terbaru, yaitu MKP (Mono Potasium Fosfat) dan KNO₃ (Kalium Nitrat) pada awal tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas portofolio dan memperkuat fundamental operasional di sektor pertanian modern.
Direktur Utama NPGF, Ujang Suparman, menjelaskan bahwa pengembangan pupuk larut air merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan pasar akan solusi pemupukan presisi.
“Pertanian saat ini bergerak menuju efisiensi input dan konsistensi hasil. Produk water soluble seperti MKP dan KNO₃ mampu memberikan respons cepat dan tingkat penyerapan tinggi,” ujarnya.
Menurut Ujang, kedua produk tersebut sepenuhnya bebas klor, sehingga cocok untuk komoditas bernilai tinggi dan tanaman sensitif. NPGF menekankan bahwa pengembangan MKP dan KNO₃ sejalan dengan kebutuhan nasional untuk menjaga stabilitas produksi pertanian dan perkebunan.
“Efisiensi nutrisi dan stabilitas produksi adalah bagian dari kontribusi kami terhadap agenda ketahanan pangan. Produk dengan kemurnian tinggi akanmembantu petani dan perkebunan mendapatkan hasil yang lebih konsisten,” tambah Ujang.
Pupuk MKP memiliki fosfor dan kalium tinggi yang ideal untuk pembungaan danpembuahan, sedangkan KNO₃ menyediakan nitrogen nitrat yang langsung diserap tanaman, serta kalium untuk kualitas dan daya simpan hasil panen.
Kombinasi keduanya mendukung produktivitas sekaligus kebutuhan nutrisi spesifik hortikultura dan perkebunan.
Dari sisi kinerja, NPGF memproyeksikan bahwa MKP dan KNO₃ akan mulai memberikan kontribusi penjualan secara bertahap sejak tahun pertama peluncuran.
Perusahaan memperkirakan kedua produk ini dapat menyumbang porsi signifikanterhadap pertumbuhan penjualan 2026, seiring meningkatnya adopsi pupuk larut air di pasar domestik.
Kontribusi tersebut diharapkan berasal dari segmen pertanian dan perkebunan, didukung oleh semakin luasnya penerapan berbagai metode aplikasi pemupukan presisi.
Untuk mendukung target tersebut, NPGF telah menyiapkan rangkaian uji lapangan, penguatan kontrol mutu dengan standar kelarutan di atas 99%, serta materi edukasi teknis bagi distributor dan tim pemasaran.
Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi pasar sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk.
Ujang menilai bahwa peluncuran MKP dan KNO₃ memiliki arti strategis bagi perusahaan.
“Kami terus memperkuat lini produk dan kinerja operasional secara bertahap. Fokus kami adalah menghadirkan solusi yang relevan, modern, dan berorientasi jangka panjang bagi sektor pertanian dan perkebunan,” katanya.
Peluncuran resmi dijadwalkan pada kuartal pertama 2026 dan akan diikuti rangkaian publikasi, demplot, serta kampanye efisiensi pemupukan di berbagai daerah...
Apa Itu Pupuk Granul? Pupuk granul adalah pupuk berbentuk butiran padat dengan ukuran relatif seragam. Bentuk granul ini dihasilkan melalui proses pengolahan mekanis maupun kimia sehingga pupuk lebih mudah diaplikasikan di lahan pertanian maupun perkebunan. Dibandingkan dengan pupuk serbuk atau cair, pupuk granul memiliki beberapa keunggulan seperti daya simpan lebih lama, tidak mudah menggumpal, serta lebih efisien dalam penyerapan hara oleh tanaman. Keunggulan Pupuk NPG Granul 1. Mudah Diaplikasikan Pupuk NPG granul mudah ditabur secara manual maupun dengan bantuan alat mekanis, sehingga menghemat waktu dan tenaga kerja. 2. Pelepasan Hara Lebih Merata Dengan bentuk butiran yang seragam, distribusi pupuk di lahan menjadi lebih merata. Hal ini sangat penting untuk memastikan tanaman mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. 3. Minim Kehilangan Hara Granul lebih tahan terhadap penguapan maupun hanyut saat hujan deras, sehingga efisiensi pemupukan lebih tinggi. 4. Cocok untuk Berbagai Komoditas Pupuk NPG granul banyak digunakan pada perkebunan kelapa sawit, hortikultura (cabai, tomat, bawang), hingga tanaman pangan (padi dan jagung).
Pupuk NPG Granul untuk Kelapa Sawit Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama yang membutuhkan nutrisi dalam jumlah besar dan berkesinambungan. Pupuk sawit NPG menjadi pilihan tepat karena: 1. Nutrisi lebih stabil di dalam tanah meski curah hujan tinggi. 2. Aplikasi lebih efisien di areal perkebunan dengan luas hektaran. 3. Hasil lebih optimal, baik untuk pertumbuhan vegetatif maupun produktivitas tandan buah segar (TBS).
Sebagai produsen pupuk granul nasional, Pupuk NPG telah mendukung banyak perkebunan kelapa sawit dengan produk pupuk sawit NPG yang diformulasikan sesuai kebutuhan spesifik tanaman. Hal ini membuat produktivitas sawit meningkat secara berkelanjutan.
Pupuk NPG Granul untuk Hortikultura dan Tanaman Pangan Selain kelapa sawit, pupuk NPG juga semakin banyak digunakan di sektor hortikultura dan tanaman pangan. 1. Hortikultura: Tanaman seperti cabai, tomat, dan bawang membutuhkan pemupukan presisi agar hasil panen maksimal. Pupuk NPG granul memberikan nutrisi makro dan mikro dengan pelepasan yang lebih terkendali. 2. Tanaman Pangan: Padi dan jagung memerlukan pupuk yang mampu menjaga ketersediaan hara sepanjang musim tanam. Pupuk NPG menjadi solusi untuk efisiensi biaya sekaligus peningkatan hasil panen.
Pupuk NPG Granul dan Program Ketahanan Pangan Nasional Pemerintah Indonesia saat ini tengah mendorong program ketahanan pangan nasional untuk memastikan ketersediaan bahan pangan strategis seperti padi, jagung, kedelai, serta berbagai komoditas hortikultura. Dalam program tersebut, pemupukan berimbang dan efisiensi penggunaan pupuk menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas lahan. Pupuk granul memiliki peran besar dalam mendukung program ini karena: 1. Memastikan distribusi hara yang lebih merata. 2. Mengurangi kehilangan pupuk akibat penguapan atau terbawa air hujan. 3. Meningkatkan hasil panen dengan cara yang lebih berkelanjutan.
Sebagai produsen pupuk kimia nasional, NPG (PT Nusa Palapa Gemilang Tbk.) berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penyediaan pupuk NPG berbentuk granul yang sesuai kebutuhan perkebunan kelapa sawit, hortikultura, maupun tanaman pangan.
Produk Pupuk Granul dari NPG Untuk menjawab kebutuhan beragam sektor pertanian dan perkebunan, NPG (Nusa Palapa Gemilang) menghadirkan berbagai varian pupuk granul NPG, termasuk formulasi khusus pupuk sawit NPG: A. NPK Ferticomp 1. 12-12-17-2 2. 15-15-6-4 3. 13-6-27-4 4. 15-15-15 5. 7-6-34 6. 12-6-22 B. NK Ferticomp 1. 17-28 C. NPK SinutriHS 1. 16-16-16 2. 13-6-27 D. NPK Control Release (CCF Ferticote) 1. 15-25-6 E. Pupuk Mikro NutrimixGT 1. Cu-Zn-B Selain produk-produk unggulan di atas, NPG juga mampu menyediakan pupuk granul sesuai pesanan (customized fertilizer) untuk mendukung produktivitas optimal berbagai komoditas pertanian maupun perkebunan.
NPG: Mitra Petani dan Perkebunan Sebagai produsen pupuk nasional, NPG (PT Nusa Palapa Gemilang Tbk.) berkomitmen menyediakan pupuk berkualitas tinggi, termasuk pupuk sawit NPG dan pupuk granul untuk berbagai komoditas. Dengan pengalaman panjang, NPG terus berinovasi menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan perkebunan kelapa sawit, hortikultura, hingga tanaman pangan di seluruh Indonesia. ..