NPGF Dorong Produktivitas Cabai untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Magelang
PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) kembali memperkuat strategi pertumbuhan berbasis lapangan melalui penyelenggaraan Farmer Field Day (FFD) yang secara konsisten dijalankan di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan terbaru dilaksanakan di lahan cabai milik Pak Supriyanto, Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah (5/05).
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 65 peserta yang terdiri dari petani lokal, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari berbagai wilayah di Kecamatan Srumbung. Dalam kesempatan tersebut, NPGF tidak hanya memberikan edukasi terkait praktik budidaya cabai yang efektif, tetapi juga membagikan sampel produk unggulan seperti Pupuk NPG 16-16-16-TE dan NPG Booster 13-6-27-4-TE sebagai bentuk pendekatan langsung kepada petani.
Pada lahan seluas ±1.700 meter persegi tersebut, seluruh siklus budidaya cabai mulai dari fase vegetatif hingga generatif menggunakan Pupuk NPG secara penuh.
Hasilnya terukur. Tanaman telah memasuki petikan ke-13 dengan kondisi tetap optimal: tidak ditemukan gejala layu, struktur batang kuat, serta produktivitas buah yang masih tinggi dan konsisten. Ini menjadi indikator penting bahwa formulasi pupuk NPG mampu menjaga stabilitas tanaman bahkan dalam kondisi cuaca yang kurang ideal.
Lebih relevan lagi, performa ini terjadi di tengah curah hujan yang masih tinggi, salah satu faktor risiko utama dalam budidaya cabai karena rentan memicu penyakit dan penurunan hasil panen. Namun, pada demplot ini, tanaman tetap sehat tanpa indikasi serangan hama signifikan seperti patek.
Dalam kesempatan ini, NPGF juga memperkenalkan produk baru berupa MKP dan KNO3 sebagai bagian dari penguatan portofolio nutrisi tanaman.
Pak Supriyanto selaku pemilik lahan menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program ini:
“FFD seperti ini sangat berdampak langsung bagi kami. Harapannya bisa terus dilakukan secara rutin, sehingga semakin banyak petani, termasuk KWT di wilayah ini yang mendapatkan manfaat nyata dan bisa meningkatkan hasil pertanian mereka dengan Pupuk NPG.”
Dari sisi penyuluh, validasi juga datang dari lapangan. Pak Amrul Jihad, PPL yang mendampingi wilayah Desa Ngablak, Kemiren, dan Mantingan, menekankan relevansi kegiatan ini:
“Momentum FFD ini tepat karena dilakukan saat curah hujan masih tinggi. Di kondisi seperti ini, edukasi menjadi krusial. Yang menarik, hasil di lahan ini menunjukkan bahwa penggunaan Pupuk NPG tetap mampu menjaga kesehatan tanaman tanpa serangan hama seperti patek. Ini menjadi bukti nyata bagi petani.”
Sementara itu, Cika Deswert selaku Public Relations NPGF yang turut hadir menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun kepercayaan pasar berbasis kinerja riil:
”Kami tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi pada hasil yang terukur dan dapat direplikasi. FFD menjadi sarana bagi kami untuk menunjukkan konsistensi kinerja produk NPGF dalam praktik budidaya secara langsung. Dengan pendekatan ini, kami mendorong peningkatan produktivitas petani secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.”
Kegiatan seperti FFD ini tidak hanya memperkuat brand di tingkat petani, tetapi juga menjadi bentuk validasi pasar yang mendorong peningkatan demand secara organik. Konsistensi pelaksanaan program ini berperan dalam memperkuat basis pendapatan perusahaan, sekaligus menciptakan fondasi pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Melalui kombinasi antara demonstrasi produk, edukasi, dan ekspansi portofolio, NPGF memposisikan diri tidak hanya sebagai produsen pupuk, tetapi sebagai mitra pertanian yang berorientasi pada hasil.